Salam Olahraga…
Akhirnya setelah sekian lama tidak menulis, diawal bulan tahun 2009 penulis bisa lagi melungkan waktunya untuk posting di blog harapan kemajuan sepakbola tuban ini. Hal tersebut bukan karena apa-apa, tetapi dan tak bukan karena beberapa hal yang amat sangat menyita energi penulis. Lahirnya anak yang pertama, dan kondisi di kantor yang sangat sibuk setelah banyak teman-teman TPPI yang memilih resign adalah beberapa penyebab disamping diberikannya kepercayaan pada penulis untuk tugas yang lebih berat dikantor.
Akan tetapi, bukan bolamania jika blog ini ditinggal begitu saja. Kecintaan penulis akan bola tidak pernah luntur… (semoga menular ke anak saya kelak hehehe). Penulis amat sangat KAGET… ketika membuka blog ini ternyata pengunjung semakin bertambah. Tidak disangka!!! Saat terakhir menulis pengunjung masih berkisar 2700-an, dan saat ini sudah menembus angka 3000!!! Fantastis untuk Blog yang tidak pernah di update. Tapi penulis bersyukur bahwa ternyata ada respon dari teman-teman ROMANIA!!! (Halo Bro… piye kabare…!!!, saya juga termasuk RONGGOMANIA!!!). Memang Blog ini didasari pada keresahan hati melihat kemajuan sepakbola di Bumi Ronggolawe yang tidak beranjak maju (bahkan mundur…??) dan hanya dikuasai segelintir orang yang (mungkin) ada maksud tertentu dibelakangnya. Semoga dengan perhatian Ronggomania semua… sepakbola Tuban bisa bangkit!! Mulai dari diskusi di Blog…kumpul-kumpul, diskusi kemudian lakukan action!!!
Kembali ke TPPI FC, saat ini memang sedang menghadapi masa-masa sulit, dimana kondisi perusahaan juga sedang shut down. Kondisi tersebut tentunya berimbas pada target kepengurusan, dimana target pengurus pada tahun ini tidak muluk-muluk, yaitu program latihan yang 6 bulan terakhir ini sudah berjalan lancar bisa berjalan kembali, tidak macet ditengah jalan. Pak Didik Maryadi sebagai nahkoda masih tetap dipertahankan. Kepelatihan akan lebih difokuskan untuk TPPI FC U23.
Semoga di bulan april nanti, kondisi perusahaan bisa kembali normal dan kita tunjukkan kambali kejayaan TPPI FC dengan sepakbola yang sportif, atraktif dan menghibur masyarakat Tuban
BRAVO TPPI FC


Saya baru menemukan Blog ini. baguslah kalau di Bumi Ronggolawe ini ada perusahaan besar seperti TPPI memiliki perhatian pada persepakbolaan Tuban melaui CSR nya (Corporate Social Responsibility) dalam salah satu program Community Development. Terimakasih TPPI.
Sekedar mengenang masa lalu, awal tahun 70 an (PERSATU dengan inti pemain dari Club PS Ronggolawe), rasanya kalau di lingkungan PLAT S (Karesidenan Bojonegoro) selalu leading. Lha sekarang koq 4 tingkat perbedaannya ? (Divisi Utama vs Divisi III ?).
Saya ingat sekali, penjaga gawang yang terkenal waktu itu adalah Mudhowfir, Patah, juga siswa SMOA (Hasan Saputra). Pemain tangguh belakang seperti Mulyono, Bastam. Waktu itu saya ingat juga ada pemain bagus (atlet serba bisa : sepakbola, basket, volley) namanya Mas Kasdo. Kalau nggak salah sekarang ada di jajaran Pemkab Tuban (PEMDA), dan suka jadi pelatih PERSATU ?
Ayolah PERSATU, ikuti jejak positif tetangga sebelah (PERSELA dan PERSIBO), sehingga suatu saat saya bisa menonton PERSATU vs PERSIB di Stadion Siliwangi Bandung
Untuk Ibu Haeny dan Pak Lilik, kebanggan daerah memang tidak sekedar diimpikan, tetapi memang dapat direalisakikan dengan rencana sistematis, langkah nyata dan mengerahkan segala daya dan upaya semua pihak (pemerintah, masyarakat dan kalangan swasta) dan tentu diiringi dengan panjatan do’a serta rasa syukur dan kesabaran.
Salam dari Bandung, Suprapto
Saya baru menemukan Blog ini. baguslah kalau di Bumi Ronggolawe ini ada perusahaan besar seperti TPPI memiliki perhatian pada persepakbolaan Tuban melaui CSR nya (Corporate Social Responsibility) dalam salah satu program Community Development. Terimakasih TPPI.
Sekedar mengenang masa lalu, awal tahun 70 an (PERSATU dengan inti pemain dari Club PS Ronggolawe), rasanya kalau di lingkungan PLAT S (Karesidenan Bojonegoro) selalu leading. Lha sekarang koq 4 tingkat perbedaannya ? (Divisi Utama vs Divisi III ?).
Saya ingat sekali, penjaga gawang yang terkenal waktu itu adalah Mudhowfir, Patah, juga siswa SMOA (Hasan Saputra). Pemain tangguh belakang seperti Mulyono, Bastam. Waktu itu saya ingat juga ada pemain bagus (atlet serba bisa : sepakbola, basket, volley) namanya Mas Kasdo. Kalau nggak salah sekarang ada di jajaran Pemkab Tuban (PEMDA), dan suka jadi pelatih PERSATU ?
Ayolah PERSATU, ikuti jejak positif tetangga sebelah (PERSELA dan PERSIBO), sehingga suatu saat saya bisa menonton PERSATU vs PERSIB di Stadion Siliwangi Bandung
Untuk Ibu Haeny dan Pak Lilik, kebanggan daerah memang tidak sekedar diimpikan, tetapi memang dapat direalisakikan dengan rencana sistematis, langkah nyata dan mengerahkan segala daya dan upaya semua pihak (pemerintah, masyarakat dan kalangan swasta) dan tentu diiringi dengan panjatan do’a serta rasa syukur dan kesabaran.
Salam dari Bandung, Suprapto
Salam Kenal Mas Prapto
Terimakasih atas sharing informasi tentang PERSATU di era 70an
Semoga bisa membangkitkan semangat bolamania Tuban
dan PERSATU tidak terpuruk terus
Oh ya mas… satu lagi, Warna kebesaran PERSATU apa ya? Mungkin bisa info sharing?
Bravo Ronggomania