<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Tahun Baru&#8230; Harapan Baru???</title>
	<atom:link href="http://tppifc.wordpress.com/2009/01/10/tahun-baru-harapan-baru/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tppifc.wordpress.com/2009/01/10/tahun-baru-harapan-baru/</link>
	<description>... dari TPPI untuk negeri</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Jun 2009 17:28:18 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: nafuat</title>
		<link>http://tppifc.wordpress.com/2009/01/10/tahun-baru-harapan-baru/#comment-48</link>
		<dc:creator>nafuat</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 03:18:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tppifc.wordpress.com/?p=202#comment-48</guid>
		<description>Salam Kenal Mas Prapto
Terimakasih atas sharing informasi tentang PERSATU di era 70an
Semoga bisa membangkitkan semangat bolamania Tuban
dan PERSATU tidak terpuruk terus
Oh ya mas... satu lagi, Warna kebesaran PERSATU apa ya? Mungkin bisa info sharing?

Bravo Ronggomania</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam Kenal Mas Prapto<br />
Terimakasih atas sharing informasi tentang PERSATU di era 70an<br />
Semoga bisa membangkitkan semangat bolamania Tuban<br />
dan PERSATU tidak terpuruk terus<br />
Oh ya mas&#8230; satu lagi, Warna kebesaran PERSATU apa ya? Mungkin bisa info sharing?</p>
<p>Bravo Ronggomania</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: suprapto</title>
		<link>http://tppifc.wordpress.com/2009/01/10/tahun-baru-harapan-baru/#comment-47</link>
		<dc:creator>suprapto</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 02:01:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tppifc.wordpress.com/?p=202#comment-47</guid>
		<description>Saya baru menemukan Blog ini. baguslah kalau di Bumi Ronggolawe ini ada perusahaan besar seperti TPPI memiliki perhatian pada persepakbolaan Tuban melaui CSR nya (Corporate Social Responsibility) dalam salah satu program Community Development. Terimakasih TPPI. 

Sekedar mengenang masa lalu, awal tahun 70 an (PERSATU dengan inti pemain dari Club PS Ronggolawe), rasanya kalau di lingkungan PLAT S (Karesidenan Bojonegoro) selalu leading. Lha sekarang koq 4 tingkat perbedaannya ? (Divisi Utama vs Divisi III ?).

Saya ingat sekali, penjaga gawang yang terkenal waktu itu adalah Mudhowfir, Patah, juga siswa SMOA (Hasan Saputra). Pemain tangguh belakang seperti Mulyono, Bastam. Waktu itu saya ingat juga ada pemain bagus (atlet serba bisa : sepakbola, basket, volley) namanya Mas Kasdo. Kalau nggak salah sekarang ada di jajaran Pemkab Tuban (PEMDA), dan suka jadi pelatih PERSATU ?

Ayolah PERSATU, ikuti jejak positif tetangga sebelah (PERSELA dan PERSIBO), sehingga suatu saat saya bisa menonton PERSATU vs PERSIB di Stadion Siliwangi Bandung  

Untuk Ibu Haeny dan Pak Lilik, kebanggan daerah memang tidak sekedar diimpikan, tetapi memang dapat direalisakikan dengan rencana sistematis, langkah nyata dan mengerahkan segala daya dan upaya semua pihak (pemerintah, masyarakat dan kalangan swasta) dan tentu diiringi dengan panjatan do’a serta rasa syukur dan kesabaran. 

Salam dari Bandung, Suprapto</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya baru menemukan Blog ini. baguslah kalau di Bumi Ronggolawe ini ada perusahaan besar seperti TPPI memiliki perhatian pada persepakbolaan Tuban melaui CSR nya (Corporate Social Responsibility) dalam salah satu program Community Development. Terimakasih TPPI. </p>
<p>Sekedar mengenang masa lalu, awal tahun 70 an (PERSATU dengan inti pemain dari Club PS Ronggolawe), rasanya kalau di lingkungan PLAT S (Karesidenan Bojonegoro) selalu leading. Lha sekarang koq 4 tingkat perbedaannya ? (Divisi Utama vs Divisi III ?).</p>
<p>Saya ingat sekali, penjaga gawang yang terkenal waktu itu adalah Mudhowfir, Patah, juga siswa SMOA (Hasan Saputra). Pemain tangguh belakang seperti Mulyono, Bastam. Waktu itu saya ingat juga ada pemain bagus (atlet serba bisa : sepakbola, basket, volley) namanya Mas Kasdo. Kalau nggak salah sekarang ada di jajaran Pemkab Tuban (PEMDA), dan suka jadi pelatih PERSATU ?</p>
<p>Ayolah PERSATU, ikuti jejak positif tetangga sebelah (PERSELA dan PERSIBO), sehingga suatu saat saya bisa menonton PERSATU vs PERSIB di Stadion Siliwangi Bandung  </p>
<p>Untuk Ibu Haeny dan Pak Lilik, kebanggan daerah memang tidak sekedar diimpikan, tetapi memang dapat direalisakikan dengan rencana sistematis, langkah nyata dan mengerahkan segala daya dan upaya semua pihak (pemerintah, masyarakat dan kalangan swasta) dan tentu diiringi dengan panjatan do’a serta rasa syukur dan kesabaran. </p>
<p>Salam dari Bandung, Suprapto</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: suprapto</title>
		<link>http://tppifc.wordpress.com/2009/01/10/tahun-baru-harapan-baru/#comment-46</link>
		<dc:creator>suprapto</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 10:56:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tppifc.wordpress.com/?p=202#comment-46</guid>
		<description>Saya baru menemukan Blog ini. baguslah kalau di Bumi Ronggolawe ini ada perusahaan besar seperti TPPI memiliki perhatian pada persepakbolaan Tuban melaui CSR nya (Corporate Social Responsibility) dalam salah satu program Community Development. Terimakasih TPPI. 

Sekedar mengenang masa lalu, awal tahun 70 an (PERSATU dengan inti pemain dari Club PS Ronggolawe), rasanya kalau di lingkungan PLAT S (Karesidenan Bojonegoro) selalu leading. Lha sekarang koq 4 tingkat perbedaannya ? (Divisi Utama vs Divisi III ?).

Saya ingat sekali, penjaga gawang yang terkenal waktu itu adalah Mudhowfir, Patah, juga siswa SMOA (Hasan Saputra). Pemain tangguh belakang seperti Mulyono, Bastam. Waktu itu saya ingat juga ada pemain bagus (atlet serba bisa : sepakbola, basket, volley) namanya Mas Kasdo. Kalau nggak salah sekarang ada di jajaran Pemkab Tuban (PEMDA), dan suka jadi pelatih PERSATU ?

Ayolah PERSATU, ikuti jejak positif tetangga sebelah (PERSELA dan PERSIBO), sehingga suatu saat saya bisa menonton PERSATU vs PERSIB di Stadion Siliwangi Bandung :)

Untuk Ibu Haeny dan Pak Lilik, kebanggan daerah memang tidak sekedar diimpikan, tetapi memang dapat direalisakikan dengan rencana sistematis, langkah nyata dan mengerahkan segala daya dan upaya semua pihak (pemerintah, masyarakat dan kalangan swasta) dan tentu diiringi dengan panjatan do&#039;a serta rasa syukur dan kesabaran. 

Salam dari Bandung, Suprapto</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya baru menemukan Blog ini. baguslah kalau di Bumi Ronggolawe ini ada perusahaan besar seperti TPPI memiliki perhatian pada persepakbolaan Tuban melaui CSR nya (Corporate Social Responsibility) dalam salah satu program Community Development. Terimakasih TPPI. </p>
<p>Sekedar mengenang masa lalu, awal tahun 70 an (PERSATU dengan inti pemain dari Club PS Ronggolawe), rasanya kalau di lingkungan PLAT S (Karesidenan Bojonegoro) selalu leading. Lha sekarang koq 4 tingkat perbedaannya ? (Divisi Utama vs Divisi III ?).</p>
<p>Saya ingat sekali, penjaga gawang yang terkenal waktu itu adalah Mudhowfir, Patah, juga siswa SMOA (Hasan Saputra). Pemain tangguh belakang seperti Mulyono, Bastam. Waktu itu saya ingat juga ada pemain bagus (atlet serba bisa : sepakbola, basket, volley) namanya Mas Kasdo. Kalau nggak salah sekarang ada di jajaran Pemkab Tuban (PEMDA), dan suka jadi pelatih PERSATU ?</p>
<p>Ayolah PERSATU, ikuti jejak positif tetangga sebelah (PERSELA dan PERSIBO), sehingga suatu saat saya bisa menonton PERSATU vs PERSIB di Stadion Siliwangi Bandung <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Untuk Ibu Haeny dan Pak Lilik, kebanggan daerah memang tidak sekedar diimpikan, tetapi memang dapat direalisakikan dengan rencana sistematis, langkah nyata dan mengerahkan segala daya dan upaya semua pihak (pemerintah, masyarakat dan kalangan swasta) dan tentu diiringi dengan panjatan do&#8217;a serta rasa syukur dan kesabaran. </p>
<p>Salam dari Bandung, Suprapto</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
